Pemotongan Pajak Penjualan Mobil di Indonesia Dapat Membahayakan Lingkungan

Pemotongan Pajak Penjualan Mobil di Indonesia Dapat Membahayakan Lingkungan

Pemotongan Pajak Penjualan Mobil di Indonesia Dapat Membahayakan Lingkungan – Ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia, telah memberikan insentif pajak berupa pemotongan pajak penjualan mobil untuk membantu industri otomotif tanah air pulih dari dampak pandemi COVID-19. Namun, pemotongan pajak ini dapat merusak lingkungan karena semakin banyak mobil di jalanan akan meningkatkan emisi karbon.

Pemotongan Pajak Penjualan Mobil di Indonesia Dapat Membahayakan Lingkungan

Penjualan Mobil Indonesia

Indonesia adalah produsen mobil terbesar kedua dan pasar mobil terbesar di Asia Tenggara. Tahun lalu, penjualan mobilnya turun lebih dari 40%. playsbo

Indonesia memperkenalkan pajak dipotong bulan ini untuk merangsang nafsu makan orang / tinggi menengah untuk membeli mobil, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan.

Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 2,9 triliun (sekitar US$ 200 juta) untuk memotong pajak penjualan mobil tahun ini. Itu setara dengan 5,4% dari insentif pajak negara yang dicairkan selama pandemi.

Insentif hanya berlaku untuk kendaraan roda dua dengan kapasitas mesin kurang dari 1.500cc dan minimal 70% komponen lokal. Pemerintah akan menawarkan insentif hingga Desember dalam tiga tahap:

  1. Potongan 100% untuk penjualan mobil dari Maret hingga Mei.
  2. Potongan 50% untuk penjualan mobil dari Juni hingga Agustus.
  3. 25% untuk penjualan mobil dari bulan September sampai Desember.

Insentif fiskal ini diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia. Belum lagi, pemerintah juga berencana memperluas pemotongan pajak kendaraan berkapasitas mesin 2.500 cc.

Sebagai kontributor terbesar perekonomian, konsumsi rumah tangga diperkirakan akan kembali pulih seperti sebelum pandemi menyusul pemotongan pajak penjualan mobil.

Lebih Banyak Polusi

Indonesia adalah salah satu negara paling tercemar di dunia. Masyarakat Indonesia dapat menikmati lebih sedikit polusi udara segera setelah pemerintah memberlakukan kebijakan jarak sosial, di mana orang tidak dapat pergi ke mana pun, dan kantor serta sekolah ditutup. Namun, setelah pemerintah melonggarkan pembatasan, polusi udara kembali meningkat karena semakin banyak orang yang berkendara.

Dengan insentif tersebut, kita dapat berharap untuk melihat lebih banyak mobil pribadi di jalanan lagi, menghasilkan lebih banyak emisi karbon daripada sebelumnya.

Negara ini adalah salah satu penghasil emisi terbesar di dunia. Sebuah laporan tahun 2020 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia menunjukkan sektor transportasi menyumbang emisi karbon tertinggi kedua di sektor energi negara.

Sektor transportasi Indonesia juga merupakan penghasil emisi terbesar di antara negara-negara Asia Tenggara. Negara ini mengeluarkan lebih dari dua kali emisi dari negara tetangga Malaysia pada tahun 2017.

Jejak Lingkungan Besar Rantai Pasokan

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia memperkirakan pemotongan pajak penjualan mobil akan meningkatkan penjualan hingga 40%.

Permintaan yang meningkat ini akan mendorong pabrik untuk memproduksi lebih banyak mobil, dan ini akan membahayakan lingkungan. Manufaktur mobil memiliki jejak karbon yang besar karena bergantung pada produksi berbagai bahan, seperti baja, karet, kaca, dan plastik.

Data terakhir Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Indonesia menunjukkan industri besi dan baja merupakan penghasil emisi karbon tertinggi ketiga (14%) dalam proses industri dan penggunaan produksi, setelah industri amonia dan semen.

Baja adalah bahan dominan untuk mobil. Jadi, memproduksi lebih banyak mobil berarti lebih banyak baja yang dibutuhkan, yang mengarah pada emisi karbon yang lebih tinggi.

Selain emisi karbon, industri baja juga menghasilkan banyak zat berbahaya dan beracun sebagai limbah, seperti lumpur, debu, minyak dan lemak.

Perlu Kebijakan Lain

Meskipun pemotongan pajak penjualan mobil akan membantu perekonomian, hal itu akan berisiko Indonesia memiliki emisi karbon yang lebih tinggi pada akhir tahun ini. Ini akan menghambat upaya Indonesia untuk mengurangi emisi karbonnya.

Indonesia telah menetapkan target kontribusi yang ditentukan secara nasional (NDC) untuk mengurangi emisi karbon sebesar 29% pada tahun 2030 dan 41% dengan bantuan internasional.

Pemotongan Pajak Penjualan Mobil di Indonesia Dapat Membahayakan Lingkungan

Selain pemotongan pajak penjualan mobil, pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan penetapan harga karbon. Ini adalah cara yang efektif untuk mengatasi masalah perubahan iklim dengan mengurangi karbon dan membuat pencemar bertanggung jawab atas emisi mereka.

Pemerintah Indonesia telah merumuskan kebijakan penetapan harga karbon sejak tahun lalu. Namun peraturan pelaksanaannya belum diterbitkan.

Kami mendesak pemerintah untuk mempercepat perumusan dan implementasi kebijakan penetapan harga karbon untuk mengiringi insentif pajak penjualan mobil untuk mengendalikan emisi karbon sektor transportasi.